PEKANBARU, HALAMANRIAU.COM– Semangat memperkuat budaya literasi di Kota Pekanbaru kembali menemukan momentumnya. Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Pekanbaru menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Rumah Dinas Ketua DPRD Riau, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (27/6/2026). Forum tertinggi organisasi tersebut menghasilkan kepemimpinan baru dengan terpilihnya Abdul Hafidz AR sebagai Ketua FTBM Kota Pekanbaru periode 2026–2031.
Musda yang dihadiri para pegiat literasi dari berbagai taman bacaan masyarakat dan rumah baca ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi terhadap perjalanan gerakan literasi di Kota Pekanbaru. Meskipun belum seluruh TBM dapat berpartisipasi, kegiatan berlangsung penuh semangat, kekeluargaan, dan menghasilkan sejumlah komitmen untuk memperkuat kolaborasi pada masa mendatang.
Ketua panitia, Abdul Hafidz AR, mengatakan penyelenggaraan Musda merupakan agenda yang telah direncanakan sejak tahun lalu, namun baru dapat diwujudkan tahun ini. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjangkau lebih banyak taman bacaan dan rumah baca yang selama ini belum terdata agar seluruh pegiat literasi dapat berhimpun dalam satu wadah.
“Masih banyak taman bacaan masyarakat yang belum terdata. Ini menjadi pekerjaan bersama agar ke depan seluruh pegiat literasi di Pekanbaru dapat saling terhubung, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun budaya membaca di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FTBM Kota Pekanbaru periode 2019–2024, Ahlul Fadli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pegiat literasi yang selama ini tetap menjaga semangat pengabdian meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Ia mengakui masih terdapat kekurangan selama masa kepengurusannya, namun optimistis estafet kepemimpinan akan membawa FTBM menjadi organisasi yang semakin berkembang.
Dalam proses pemilihan, tiga nama diusulkan sebagai calon ketua, yakni Abdul Hafidz AR dari Komunitas Baca Al Kindi, Fitri Wulandari dari Azzami Library, dan Muzakir dari TBM Iqra’. Setelah melalui musyawarah, peserta secara mufakat memberikan amanah kepada Abdul Hafidz AR untuk memimpin FTBM Kota Pekanbaru lima tahun ke depan.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Abdul Hafidz AR mengajak seluruh pegiat literasi untuk menjadikan FTBM sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi semua komunitas. Menurutnya, tantangan membangun budaya literasi tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, media, dan masyarakat.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga membangun peradaban. Karena itu saya mengajak seluruh pegiat literasi untuk berjalan bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Terpilihnya kepengurusan baru menjadi awal dari harapan baru bagi gerakan literasi di Kota Pekanbaru. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, FTBM diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, memperkuat peran taman bacaan sebagai pusat pembelajaran, serta menumbuhkan budaya membaca yang menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.