Pengangkatan Komisaris BUMN Jadi Sorotan, Puan Tekankan Profesionalisme, Qodari Sebut Akal Sehat dan Niat Baik Modal Utama

JAKARTA – Pengangkatan sejumlah komisaris di badan usaha milik negara (BUMN) belakangan menjadi perhatian publik. Dua nama yang banyak diperbincangkan adalah Gina Febriyanti Ginting yang diangkat sebagai Komisaris PT Pertamina Retail dan Mufli Budi Ananda yang dipercaya menjadi Komisaris PT Krakatau Posco.

Gina diketahui merupakan relawan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024. Sementara itu, Mufli Budi Ananda dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad.

Sorotan terhadap pengangkatan komisaris BUMN tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari sejumlah pihak.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa jabatan komisaris di lingkungan BUMN seharusnya ditempati oleh sosok yang memiliki profesionalisme dan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

“Komisaris BUMN seharusnya diisi oleh orang-orang yang profesional dan kompeten,” ujar Puan saat dimintai tanggapan mengenai polemik tersebut.

Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai keberagaman latar belakang para komisaris dapat menjadi nilai tambah dalam mengawal pelaksanaan agenda pemerintah.

Menurut Qodari, seorang komisaris tidak harus berasal dari latar belakang tertentu karena yang menjadi modal utama adalah kemampuan berpikir secara sehat serta memiliki niat baik dalam menjalankan amanah.

Perdebatan mengenai kriteria pengisian jabatan komisaris BUMN terus menjadi perhatian publik, terutama terkait keseimbangan antara profesionalisme, representasi berbagai kalangan, serta tata kelola perusahaan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *