
TULUNGAGUNG, HALAMANRIAU.COM- Ratusan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami diare massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Senin. Kejadian tersebut terdeteksi pada Selasa pagi, sehingga pihak sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal.
Wakil Kepala SMKN 3 Boyolangu Bidang Kesiswaan Yuga Hermawan mengatakan, gangguan kesehatan mulai diketahui setelah sejumlah siswa terlambat masuk kelas dan mengeluhkan diare.
“Awalnya ada beberapa siswa yang terlambat masuk kelas dan dibawa ke ruang kesiswaan. Setelah dimintai keterangan, mereka mengeluh mengalami diare dan harus antre di toilet,” ujar Yuga.
Keluhan serupa kemudian menyusul dari siswa lain yang mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meminta obat. Berdasarkan pendataan sementara, tercatat 123 siswa mengalami diare dengan gejala yang sama.
Yuga menyebut, para siswa menduga gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi pada Senin pagi. Gejala diare mulai dirasakan sekitar 12 jam setelah makanan dikonsumsi.
“Menu MBG dimakan sekitar pukul 08.00 WIB, dan keluhan diare mulai muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara guru yang mengonsumsi MBG siang hari, gejalanya baru dirasakan dini hari,” kata Yuga.
Ia menambahkan, sekitar 80 persen siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut mengeluhkan kondisi serupa, termasuk dirinya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan Moyoketen selaku penyedia MBG. Sebagai langkah antisipasi, penyedia menarik seluruh menu MBG yang telah didistribusikan pada hari itu.
Pihak sekolah juga memutuskan memulangkan siswa lebih awal agar mereka yang sakit dapat segera memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan wali murid, termasuk kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan medis,” ujar Yuga.