Fase Penuh Rahmat, Simak Makna di 10 Hari Pertama Ramadan

PEKANBARU, HALAMANRIAU.COM- Memasuki 10 hari pertama bulan suci Ramadan, dalam berbagai riwayat dikenal sebagai fase penuh rahmat. Oleh karena itulah, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk umat Muslim memperbanyak ibadah hingga menanamkan keikhlasan.

Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, H Juli Usman, mengatakan bulan Ramadan terbagi dengan sepuluh hari pertama, sepuluh hari pertengahan hingga sepuluh akhir. Pada bagian awal merupakan fase penuh rahmat, memasuki pertengahan menjadi fase ampunan (maghfirah), dan pada bagian akhirnya merupakan fase pembebasan dari api neraka.

“Kita bahas untuk 10 hari pertama di bulan Ramadan, yaitu kita diminta ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah. Yang mana sering diartikan sebagai inilah momennya pintu rahmat terbuka,” ujar H Juli Usman di Pekanbaru, Sabtu (21/02/2026).

Dijelaskan, pintu rahmat yang dimaksud merupakan bentuk kasih sayang dan pengampunan dari Allah SWT kepada umat yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal.

Ia menekankan pentingnya salat berjamaah di masjid, terutama pada waktu salat fardu dan tarawih. Selain itu, sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena dapat membuka pintu keberkahan serta mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Pintu rahmat itu merupakan pintu kasih sayang dan pengampunan daripada Allah SWT. Maka berbanyaklah ibadah, seperti salat berjamaah dan bersedekah,” jelasnya.

Tak hanya itu, sepuluh hari pertama Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk semakin dekat diri dengan Alquran. Membaca dan mengamalkan isi kandungannya menjadi salah satu amalan utama yang mendatangkan ketenangan hati.

“Kemudian, isilah hari-hari ini dengan membaca Alquran. Jangan lupa juga perbanyak zikir, agar kita semakin tenang dan membantu mendamaikan pikiran,” ungkapnya.

H Juli Usman juga mengingatkan bahwa pada dasarnya doa-doa di bulan Ramadan tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Namun, yang membedakan adalah momentum bulan penuh berkah dalam memanjatkan doa tersebut.

Ia menuturkan, dengan keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah, umat Muslim dapat merasakan limpahan rahmat serta ketenangan batin. 

“Sebenarnya doa-doa di bulan Ramadan itu sama saja seperti pada hari biasa, kuncinya kita harus ikhlas dan yakin kepada Allah SWT. Apalagi ini berada di fase penuh rahmat, mari manfaatkan waktu untuk beramal sehingga kita dapat keberkahannya.” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *