
PEKANBARU, HALAMANRIAU.COM- Rumah Baca Teratak Literasi menggelar Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama dalam rangka memperingati satu pekan syahidnya pemimpin Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, sekaligus momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (8/3/2026) pukul 16.00 hingga 18.30 WIB di Rumah Baca Teratak Literasi ini mengangkat tema besar “Agresi Militer AS dan Israel ke Palestina dan Iran: Dampak & Tantangan Bagi Perdamaian Global.”
Acara dibuka dengan prakata dari Founder Teratak Literasi Nugroho Noto Susanto, S.IP., M.Si. yang menekankan pentingnya ruang diskusi kritis di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yang membedah konflik dari berbagai perspektif, mulai dari geopolitik, keamanan internasional hingga kritik terhadap imperialisme global.
Narasumber pertama adalah Dina Y. Sulaeman, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran yang juga dikenal sebagai analis geopolitik dan aktivis perempuan. Melalui sambungan Zoom Meeting, ia memaparkan materi bertajuk “Perlawanan Iran: Kekuatan, Ideologi, dan Masa Depan Revolusi Islam Iran.”
Dalam paparannya, Dina menyoroti bagaimana ideologi revolusi Iran masih menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan geopolitik dari Barat.
Selanjutnya, Rendi Prayuda, pakar keamanan internasional dari Universitas Islam Riau, membahas “Dampak Konflik Timur Tengah, Masa Depan Perdamaian, dan Peran Politik Luar Negeri Indonesia.” Ia menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memberi dampak luas terhadap stabilitas global serta menuntut sikap diplomasi yang lebih aktif dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sementara itu, Rendy Perdana Khasmy memaparkan analisis kritis mengenai “Imperialisme Amerika Serikat dan Israel dalam Dinamika Politik Global dan Perlawanannya.” Ia menilai konflik yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik dan ekonomi global yang saling bertarung memperebutkan pengaruh.
Diskusi yang dimoderatori oleh Rahmatul Aufa, Ketua PC IMM Kota Pekanbaru, berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan kritis dari para narasumber dan peserta yang hadir.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan berbuka puasa bersama sebagai bentuk silaturahmi intelektual di bulan suci Ramadan.
Melalui forum ini, Teratak Literasi berharap diskusi publik dapat menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami dinamika konflik global serta mendorong kesadaran akan pentingnya perdamaian dunia.