
HALAMANRIAU.COM- Sony resmi memperkenalkan Alpha 7 Mark V (A7 V) sebagai kamera full-frame mirrorless generasi terbaru. Sejumlah kreator dari berbagai bidang mulai dari fotografi alam liar, olahraga, sport portrait, hingga wedding mendapat kesempatan menjajal langsung performa kamera ini dan membagikan pengalaman mereka.
Salah satu yang menguji A7 V adalah Arsal Bahtiar, kreator konten sekaligus fotografer alam liar yang fokus pada birding dan pengarsipan alam, budaya, serta satwa Indonesia. Arsal membawa Alpha 7 Mark V ke Kulon Progo, Yogyakarta, untuk memotret burung elang di kawasan hutan desa wisata.
Menurut Arsal, tantangan utama datang dari kondisi cuaca. Hujan membuat waktu pengambilan gambar sangat terbatas. Namun pada hari ketiga, saat cuaca membaik, performa kamera dinilai mampu memaksimalkan momen yang singkat.
“Baru hari ketiga cuacanya bagus dari pagi sampai jam 2 siang. Itu saya maksimalkan, dan hasilnya lumayan dapat momen,” ujar Arsal.
Kecepatan dan akurasi kamera juga dirasakan Khairul Imam, fotografer resmi Persija Jakarta, yang mengandalkan A7 V di tengah dinamika pertandingan sepak bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Menurut Imam, fotografi olahraga menuntut kamera dengan autofokus cepat dan kemampuan menangkap momen bergerak. Ia menilai A7 V mampu menyetarai kamera yang biasa ia gunakan di lapangan.
“Di momen sepak bola semua bergerak cepat. A7 Mark V sangat membantu, baik untuk menangkap aksi maupun atmosfer pertandingan,” kata Imam.
Pengalaman berbeda dibagikan Yanuar Surya, fotografer yang menguji Alpha 7 Mark V untuk sport portrait konseptual. Ia menyoroti peningkatan signifikan pada sistem autofokus berbasis AI.
“Autofokus-nya sudah pakai AI dan sangat membantu untuk foto dengan gerakan cepat. Peningkatannya terasa dibanding seri sebelumnya,” ujar Yanuar.
Yanuar juga memuji karakter warna kamera. Ia mengaku lebih banyak memotret menggunakan format JPEG, dengan warna bawaan dari Creative Look A7 V yang dinilainya sudah akurat sehingga minim proses editing.
Sementara itu, dari segmen wedding photography, duo fotografer Leo Hariyanto dan Gandhi Maheswara menguji A7 V dalam sesi pemotretan prewedding di bawah terik matahari.
“Kita mulai jam 11 siang, panas banget. Tapi baterainya jauh lebih awet dan bodi kamera tidak gampang panas. Auto White Balance-nya juga akurat untuk warna kulit,” kata Leo.
Gandhi menambahkan, dari sisi video, sensor partially stacked pada A7 V memberikan peningkatan signifikan, terutama saat melakukan pergerakan kamera cepat.
“Kalau buat panning agresif, hasilnya tetap rapi. Rolling shutter minim, kesan sinemanya dapat,” ujarnya.
Bagi para kreator tersebut, Sony Alpha 7 Mark V dinilai bukan sekadar pembaruan, melainkan penyempurnaan dari seri sebelumnya. Dengan peningkatan pada autofokus AI, stabilitas gambar, daya tahan baterai, serta performa video, A7 V disebut menghadirkan fitur kelas atas dengan harga yang masih kompetitif di kelas kamera profesional.