
HALAMANRIAU.COM- Kekalahan Real Madrid dari Benfica di Estadio da Luz dalam lanjutan Liga Champions tak hanya menyisakan sorotan pada hasil akhir, tetapi juga memunculkan drama di pinggir lapangan. Gelandang muda Arda Guler menjadi pusat perhatian setelah menunjukkan reaksi emosional saat ditarik keluar di menit-menit akhir pertandingan.
Arda Guler digantikan oleh Brahim Diaz dalam keputusan taktis yang diambil pelatih interim Real Madrid, Alvaro Arbeloa. Pergantian tersebut dilakukan ketika Los Blancos tengah mengejar hasil imbang, hasil yang sejatinya dibutuhkan untuk mengamankan posisi di delapan besar fase liga Liga Champions.
Namun, reaksi Arda Guler justru mencuri perhatian publik. Saat meninggalkan lapangan, pemain asal Turki itu tampak frustrasi dan meluapkan kekesalannya ke arah bangku cadangan. “Selalu aku!” teriak Arda, sebagaimana dilaporkan Defensa Central, sembari menunjukkan gestur ketidakpuasan terhadap keputusan pelatih.
Keputusan Arbeloa menurunkan Arda Guler sebagai starter di Lisbon sejatinya menjadi kejutan. Banyak pihak memprediksi pelatih asal Spanyol itu akan memilih opsi lain sejak awal, mengingat performa solid pemain pelapis dalam laga-laga sebelumnya. Meski demikian, Arda dinilai tidak tampil buruk sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, kebutuhan taktis Real Madrid berubah. Arbeloa membutuhkan tambahan energi, kecepatan, dan kreativitas untuk membongkar pertahanan Benfica, kualitas yang diyakini bisa diberikan oleh Brahim Diaz. Dari sudut pandang strategi, keputusan tersebut dinilai cukup masuk akal.
Arbeloa sendiri sebelumnya telah menegaskan keyakinannya terhadap potensi besar Arda Guler. Ia menyebut sang pemain muda sebagai aset penting Real Madrid, baik untuk masa kini maupun masa depan.
“Arda adalah pemain muda dengan potensi, bakat, visi, dan kualitas umpan yang luar biasa. Dia masih bisa berkembang dan bekerja sangat keras. Dengan waktu dan pengalaman, saya yakin dia akan menjadi pemain yang sangat penting di level global,” ujar Arbeloa dalam pernyataan sebelumnya.
Kepercayaan tersebut terbukti dengan kesempatan starter yang diberikan kepada Arda Guler. Namun, kepercayaan itu juga harus diimbangi dengan kedewasaan dalam menyikapi keputusan teknis di lapangan.
Perilaku emosional Arda Guler menjadi catatan penting yang perlu segera dibenahi. Dari sisi teknis, sejumlah pengamat juga menilai kontribusinya menurun di babak kedua. Komentator Carlos Martinez menilai Arda kehilangan pengaruhnya setelah jeda.
“Arda Guler menghilang di babak kedua, dan itulah mengapa Real Madrid kehilangan kendali permainan,” ujar Martinez dalam siaran pertandingan.
Meski demikian, kepercayaan internal klub terhadap Arda Guler tetap tinggi. Perkembangannya dibandingkan musim lalu dinilai signifikan, namun seiring meningkatnya ekspektasi, tuntutan terhadap performa dan sikap profesional sang gelandang muda pun ikut bertambah.