
PEKANBARU, HALAMANRIAU.COM- Suasana halaman SMAN 9 Pekanbaru tampak berbeda dari biasanya. Riuh tawa siswa berpadu dengan aroma aneka kuliner nusantara yang menggoda selera.
Kegiatan pentas seni yang digelar sekolah tersebut tak hanya menjadi panggung ekspresi seni, tetapi juga ruang belajar nyata tentang kreativitas dan kewirausahaan bagi para pelajar.
Kepala Sekolah SMAN 9 Pekanbaru, Darmina, mengatakan bahwa pentas seni tahun ini dikemas lebih variatif dengan menghadirkan bazar makanan nusantara. Beragam stan makanan berjejer rapi, menampilkan kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
“Tak hanya itu saja, kami juga menampilkan berbagai bazar makanan nusantara. Terlihat ada stand dari beberapa daerah, seperti jajanan khas Riau, Sumbar, Kalimantan, Bali, dan daerah lainnya,” katanya di Pekanbaru, Kamis (29/01/2026).
Dijelaskan, kehadiran bazar tersebut bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari proses pembelajaran kontekstual bagi siswa.
Sekolah ingin menanamkan nilai kemandirian dan jiwa wirausaha sejak dini melalui praktik langsung.“Ini menandakan bahwa kita juga mengajarkan bagaimana mereka untuk berwirausaha dalam hal UMKM.
“Dengan begitu, ilmu ini bisa anak-anak terapkan setelah tamat sekolah nanti,” jelasnya.Antusiasme siswa terlihat jelas, salah satunya dirasakan oleh siswi kelas XI.4 SMAN 9 Pekanbaru, Nadia Khoirul Lutfi.
Ia mengaku sangat senang bisa terlibat langsung dalam bazar nusantara yang digelar sekolahnya.”Alhamdulillah, senang banget ada kegiatan yang memberikan pengalaman baru seperti ini.
Mulai dari menyiapkan konsep bazar, membagi tugas antar teman, hingga melayani pembeli, semuanya menjadi pembelajaran berharga,” ungkap Nadia.
Ia juga merasa bangga karena bisa memperkenalkan kudapan Riau kepada rekan sejawat. Nadia berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena mampu melatih rasa percaya diri dan kebersamaan antar siswa.
“Ini dari kelas kami macam-macam jajanan khas Riau. Kalau anak kelas lain, ada yang bikin makanan dari berbagai daerah,” tambahnya.Sementara itu, siswi kelas XI.4 lainnya, Kinan, menerangkan bahwa kelasnya secara khusus menampilkan jajanan khas Melayu Riau.
Ia bersama teman-teman satu kelas sepakat mengangkat kuliner lokal sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.Kinan menjelaskan, persiapan bazar dilakukan dengan serius, mulai dari mencari referensi makanan Melayu hingga menentukan bahan dan harga jual. Proses tersebut mengajarkan mereka tentang kerja sama dan tanggung jawab.
“Bolu kemojo, kue bangkit, pelito daun, hingga es air mata pengantin kami jual dengan sesuai kantong anak sekolah. Pembuatannya kami tentu sama-sama ini kemarin,” terangnya.
Menurutnya, berjualan di bazar sekolah juga melatih kemampuan komunikasi, terutama saat menawarkan produk kepada pengunjung.
Hal ini menjadi pengalaman berharga yang kelak berguna di masa depan.”Jadi kami berharap kegiatan bazar dan pentas seni seperti ini bisa diadakan setiap tahun. Karena banyak manfaatnya,” harapnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Komite Sekolah. Sekretaris Komite SMAN 9 Pekanbaru, Adrianti Yunita, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua.
“Harapan saya semoga ke depan ini menjadi kegiatan rutin untuk pengembangan kreativitas siswa. Jajaran komite juga selalu mendukung dan selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah serta paguyuban di setiap kelas.” pungkasnya.