
PEKANBARU, HALAMANRIAU.COM– Kesabaran masyarakat Pekanbaru dinyatakan habis. Pemuda Muhammadiyah Kota Pekanbaru dengan tegas dan tanpa kompromi menuntut penutupan permanen tempat hiburan malam (THM) yang diduga menjadi lokasi pesta menyimpang sebagaimana viral di media sosial.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Pekanbaru, Muhammad Untung Surapati, menyebut kejadian tersebut sebagai aib besar, bukan hanya bagi pengelola THM, tetapi juga bagi Pemerintah Kota Pekanbaru dan aparat penegak hukum yang dinilai lalai dan membiarkan kerusakan moral terjadi di ruang publik.
“Ini bukan lagi sekadar pelanggaran aturan. Ini kejahatan sosial. Jika pemerintah dan aparat masih ragu bertindak, maka patut dipertanyakan: siapa yang sebenarnya mereka lindungi?” tegas Untung, Jumat (30/1/2026).
Untung menyebut, pembiaran terhadap THM bermasalah adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai Melayu, nilai agama, dan ketertiban umum. Ia menegaskan, Pemko Pekanbaru tidak boleh terus bersembunyi di balik alasan prosedur, klarifikasi, atau dalih menunggu hasil penyelidikan tanpa batas waktu.
“Kami muak dengan sandiwara penertiban. Tutup sementara, buka lagi. Razia, lalu senyap. Ini pola busuk yang sudah terlalu lama terjadi,” katanya lantang.
Pemuda Muhammadiyah secara terbuka menyampaikan ultimatum kepada Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho dan Kapolresta Pekanbaru:
tutup permanen THM tersebut, atau bersiap menghadapi tekanan publik yang lebih besar.
Situasi ini dinilai semakin tidak dapat ditoleransi karena terjadi menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Untung menilai, membiarkan aktivitas hiburan malam yang menyimpang menjelang Ramadhan adalah bentuk pelecehan terhadap kesucian agama dan umat Islam.
“Ramadhan bukan sekadar kalender. Ia adalah ujian kepemimpinan. Jika Pekanbaru masih dipenuhi praktik yang merusak moral menjelang Ramadhan, maka itu bukti nyata kegagalan kepemimpinan,” ujarnya keras.
Pemuda Muhammadiyah menegaskan mendukung penutupan total dan permanen seluruh THM bermasalah, serta mendesak audit menyeluruh terhadap izin, pengawasan, dan oknum yang diduga bermain di balik layar.
“Jangan salahkan masyarakat jika ke depan muncul gelombang perlawanan moral. Jika negara abai, rakyat akan bersuara. Jika suara diabaikan, gerakan akan lahir,” pungkas Untung.
Pemuda Muhammadiyah Kota Pekanbaru memastikan tidak akan diam, dan menyatakan siap mengambil langkah lanjutan demi menjaga marwah kota yang religius dan beradat.