
HALAMANRIAU.COM- Gelandang Real Madrid Jude Bellingham tak menutupi kekecewaannya usai timnya tumbang dari Benfica dalam laga Liga Champions, Kamis (29/1/2026). Ia menyebut kekalahan tersebut terasa “mengerikan” dan mengaku tidak menyangka Real Madrid tampil di bawah standar, terutama dalam aspek intensitas dan duel-duel krusial.
Dalam pernyataan pascalaga yang dikutip sejumlah media, Bellingham menilai Real Madrid perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menyoroti gol-gol yang bersarang ke gawang Madrid serta berbagai momen yang membuatnya “kehabisan kata-kata” untuk menjelaskan penampilan tim.
Bellingham juga menegaskan adanya perbedaan energi yang mencolok di lapangan. Menurutnya, Benfica tampil lebih agresif dan lebih siap dalam situasi-situasi 50-50—hal mendasar yang biasanya menjadi kekuatan Real Madrid, namun justru gagal mereka kuasai pada pertandingan tersebut.
“Kami harus punya pendekatan mental yang berbeda di pertandingan berikutnya,” ucap Bellingham, mengisyaratkan bahwa masalah Madrid bukan hanya teknis, tetapi juga menyangkut kesiapan mental saat menghadapi tekanan tinggi.
Kekalahan ini membuat Real Madrid harus menempuh jalur playoff untuk menjaga peluang melaju ke babak 16 besar Liga Champions, setelah gagal menembus delapan besar klasemen. Situasi semakin berat karena pertandingan tersebut juga diwarnai dua kartu merah untuk Raúl Asencio dan Rodrygo, yang membuat Madrid mengakhiri laga dengan sembilan pemain.
Kritik juga datang dari Kylian Mbappé. Penyerang Real Madrid itu disebut melontarkan komentar keras terkait performa tim yang dinilai tidak mencerminkan karakter juara dan minim kontinuitas permainan.
Di sisi lain, Benfica meraih kemenangan dramatis yang mengantar mereka ke fase playoff. Laga dikabarkan ditutup dengan gol telat yang menjadi penentu kemenangan tuan rumah, sekaligus meninggalkan pukulan besar bagi Real Madrid.
Kekalahan ini bukan hanya berdampak pada posisi Madrid di Liga Champions, tetapi juga memunculkan pertanyaan soal konsistensi mereka musim ini. Evaluasi mendalam dari pemain dan staf pelatih menjadi pekerjaan mendesak sebelum memasuki rangkaian laga krusial berikutnya.