JAKARTA, HALAMANRIAU.COM- BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia akibat penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Laut China Selatan.
Dalam laporan prospek cuaca mingguan, BMKG menyebut aktivitas Monsun Asia diperkuat cold surge dari Siberia serta Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), yang memicu peningkatan hujan lebat terutama di wilayah selatan Indonesia.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria, yang memperkuat daerah konvergensi dan memperbesar potensi cuaca ekstrem di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku selatan hingga Papua selatan.

BMKG memprakirakan periode 26–29 Januari 2026 akan didominasi hujan ringan hingga lebat, dengan potensi hujan sedang–lebat di Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Peringatan Siaga hujan lebat–sangat lebat dikeluarkan untuk Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Papua Pegunungan.
Angin kencang berpotensi terjadi di Banten, Bali, NTB, dan NTT.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang.