Syuting Film Horor di Kalimantan, Rio Dewanto Nyaris Nyebur Dayung Jukung Malam Hari

JAKARTA, HALAMANRIAU.COM- Rio Dewanto membagikan pengalaman penuh tantangan sekaligus nuansa mistis saat menjalani syuting film horor terbarunya, Kuyank, di Kalimantan Selatan. Salah satu adegan paling menegangkan baginya adalah ketika harus mendayung jukung, perahu tradisional Kalimantan, pada malam hari di tengah suasana gelap.

Rio mengaku menjaga keseimbangan di atas jukung bukan perkara mudah. Kondisi minim cahaya dan lokasi perairan yang sunyi membuat suasana syuting terasa semakin mencekam. Sedikit kesalahan saat mendayung bisa membuatnya tercebur ke air.

Pengalaman tersebut terasa semakin spesial karena Kuyank menjadi proyek pertama yang membawanya ke Kalimantan. Rio mengaku bersyukur bisa mengenal budaya lokal sekaligus merasakan langsung atmosfer alam Kalimantan yang kental dengan cerita-cerita mistis.

Selain tantangan fisik, Rio juga merasakan kehangatan warga setempat yang kerap mengirimkan makanan ke lokasi syuting. Dukungan tersebut membuat suasana syuting horor tetap terasa hangat meski dilakukan di lokasi yang jauh dari perkotaan.

Namun, berada di lokasi syuting yang sunyi dan dekat dengan alam juga memberi pengalaman tersendiri bagi Rio. Ia menyebut malam-malam di Kalimantan menghadirkan suasana berbeda yang sangat mendukung nuansa horor dalam film.

Di sela jadwal syuting di Kandangan dan Negara, Rio memilih berbaur dengan warga sekitar lewat olahraga tenis dan memancing untuk menghilangkan rasa tegang selama proses syuting. Meski hasil pancingannya nihil, pengalaman tersebut tetap menjadi kenangan berharga.

Film horor Kuyank dijadwalkan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *