
HALAMANRIAU.COM — Harga emas di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada Kamis malam, 22 Januari 2026. Kenaikan tersebut terjadi seiring menguatnya harga emas dunia yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Pantauan pasar menunjukkan, harga emas batangan di dalam negeri bergerak naik mengikuti tren internasional. Lonjakan ini terutama terasa pada perdagangan malam hari, ketika pasar global merespons sejumlah sentimen negatif dari luar negeri.
Faktor Global Jadi Pemicu Utama
Analis menilai, kenaikan harga emas tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi global. Ketegangan geopolitik yang belum mereda, ditambah isu perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar, mendorong pelaku pasar beralih ke aset yang dianggap aman.
“Dalam situasi penuh ketidakpastian, emas kembali menjadi pilihan utama sebagai instrumen lindung nilai,” ujar seorang pengamat pasar komoditas.
Selain itu, ekspektasi perubahan kebijakan moneter global turut memperkuat harga emas. Spekulasi terkait potensi pelonggaran suku bunga di beberapa negara maju membuat emas semakin diminati, mengingat logam mulia ini cenderung menguat saat suku bunga berada pada level rendah.
Pengaruh Nilai Tukar dan Pasar Keuangan
Pergerakan nilai tukar juga menjadi faktor pendukung kenaikan harga emas di Indonesia. Fluktuasi mata uang global dan tekanan pada pasar saham membuat investor cenderung mengamankan asetnya ke instrumen yang lebih stabil.
Di sisi lain, permintaan emas dari bank sentral dan investor institusi dunia dilaporkan masih tinggi sejak awal tahun 2026. Kondisi ini memperkuat sentimen positif terhadap emas dan menjaga harga tetap berada di level tinggi.
Tren Masih Berpotensi Berlanjut
Pelaku pasar menilai, selama ketidakpastian global belum menunjukkan tanda mereda, harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Namun, masyarakat dan investor tetap diimbau untuk mencermati dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Kenaikan harga emas pada malam 22 Januari 2026 menjadi sinyal kuat bahwa logam mulia kembali memainkan perannya sebagai aset aman di tengah tekanan ekonomi global yang belum stabil.