Kasus Kecantikan Richard Lee Berlanjut, Pemeriksaan Ditunda karena Sakit

JAKARTA, HALAMANRIAU.COM- Kasus hukum yang menjerat dokter sekaligus selebritas kecantikan Richard Lee kembali menjadi sorotan. Polda Metro Jaya memastikan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Richard Lee sebagai tersangka dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan treatment kecantikan.

Pemeriksaan lanjutan tersebut rencananya akan digelar pada Rabu, 4 Februari 2026, setelah sebelumnya ditunda karena kondisi kesehatan Richard Lee yang disebut belum fit.

“Pengacaranya sudah mengirim surat kepada penyidik untuk diagendakan pada 4 Februari 2026,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/1/2026).

Menurut Budi, penundaan pemeriksaan yang seharusnya dilakukan hari ini merupakan permintaan langsung dari pihak Richard Lee. Penyidik pun mengakomodasi permohonan tersebut dengan pertimbangan kondisi kesehatan.

“Nanti akan kami update kembali, apakah sampai 4 Februari yang bersangkutan sudah dalam kondisi yang fit,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi memang menunda pemeriksaan lanjutan setelah menerima informasi bahwa Richard Lee masih belum sehat.

“Yang bersangkutan meminta penundaan karena kondisi masih kurang fit,” tambah Budi.

Sebagai informasi, Richard Lee telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 Desember 2025. Ia diduga melanggar sejumlah pasal terkait perlindungan konsumen dalam praktik produk dan treatment kecantikan yang dijalankannya.

Dalam laporan polisi bernomor LPB 7317/XII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya, Richard Lee disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Tak hanya itu, ia juga dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

Kasus ini pun kembali mengundang perhatian publik, mengingat nama Richard Lee selama ini dikenal luas sebagai figur publik di dunia kecantikan dan media sosial. Publik kini menanti kelanjutan proses hukum sekaligus kondisi kesehatan sang dokter menjelang pemeriksaan ulang awal Februari mendatang.