
JAKARTA, HALAMANRIAU.COM- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka rekrutmen sebanyak 96 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk SMA Unggul Garuda Baru mulai Senin, 2 Februari 2026. Rekrutmen ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan menengah berkualitas tinggi, khususnya di daerah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan. Para guru yang dinyatakan lulus seleksi nantinya akan ditempatkan di empat wilayah, yakni Belitung Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara, serta Bulungan di Kalimantan Utara. Keempat lokasi tersebut dipilih sebagai pusat pengembangan SMA Unggul Garuda Baru yang diharapkan menjadi role model sekolah menengah berbasis sains, teknologi, dan penguatan karakter di wilayahnya masing-masing.
Berbeda dengan rekrutmen PPPK guru pada umumnya, seleksi guru SMA Unggul Garuda Baru menetapkan persyaratan yang relatif lebih ketat. Kemdiktisaintek menargetkan guru-guru muda dengan kompetensi akademik tinggi, kemampuan adaptasi yang kuat, serta kesiapan penuh untuk mengabdi di lingkungan sekolah berasrama. Calon pelamar harus berusia maksimal 32 tahun per 1 Mei 2026 dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 pada jenjang pendidikan terakhir. Selain itu, pelamar wajib memiliki Sertifikat Pendidik yang diperoleh melalui PPG Prajabatan atau PPG Calon Guru. Kemampuan Bahasa Inggris aktif menjadi syarat utama, dengan bukti skor minimal IELTS 5,5 atau TOEFL iBT 51. Para calon guru juga harus bersedia tinggal di asrama sekolah, mengingat sistem pendidikan SMA Unggul Garuda Baru menekankan pendampingan intensif kepada peserta didik, baik dalam kegiatan akademik maupun pengembangan karakter dan kepemimpinan.
Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) di https://sscasn.bkn.go.id. Setiap pelamar hanya diperbolehkan membuat satu akun menggunakan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid. Selain mengisi formulir pendaftaran secara lengkap, pelamar diwajibkan mengunggah sejumlah dokumen pendukung dalam format digital. Dokumen tersebut meliputi surat lamaran yang ditujukan kepada Kemdiktisaintek dan telah dibubuhi meterai Rp10.000, kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), ijazah asli sesuai dengan kualifikasi pendidikan, transkrip nilai pendidikan terakhir, Sertifikat Pendidik (PPG), serta sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku sesuai dengan ketentuan skor minimal. Seluruh dokumen harus diunggah dengan cermat dan sesuai format yang ditetapkan, karena kesalahan administrasi dapat berakibat pada gugurnya pelamar pada tahap awal seleksi.
Tahapan seleksi PPPK guru SMA Unggul Garuda Baru 2026 dirancang secara berlapis untuk menjaring kandidat terbaik. Seleksi dimulai dari tahap administrasi yang berlangsung pada 2 hingga 21 Februari 2026. Pelamar yang lolos administrasi akan mengikuti seleksi kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 31 Maret hingga 4 April 2026. Tahap berikutnya adalah seleksi tambahan berupa psikotes dan praktik mengajar yang dijadwalkan pada 11 hingga 13 April 2026. Pengumuman kelulusan akhir akan disampaikan pada 16–17 April 2026, sementara penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK dijadwalkan pada 5 Mei 2026. Dengan tahapan yang ketat dan terukur ini, pemerintah berharap dapat memastikan kualitas dan kesiapan para guru yang akan mengabdi di SMA Unggul Garuda Baru.
Dari sisi formasi, total 96 guru akan dibagi secara merata ke empat sekolah, masing-masing menerima 24 guru. Setiap sekolah akan mendapatkan delapan formasi untuk mata pelajaran Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, tersedia masing-masing empat formasi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jerman, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Arab, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Seni Budaya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes), serta Bimbingan dan Konseling. Kemdiktisaintek menegaskan bahwa rekrutmen ini merupakan peluang besar bagi para guru profesional untuk berkontribusi langsung dalam membangun pendidikan unggul di daerah. Informasi teknis dan pembaruan terkait pendaftaran dapat dipantau secara berkala melalui laman resmi https://kemdiktisaintek.go.id.